
Senin, 13 Oktober 2025, halaman MTsN 8 Bungo tampak penuh semangat dengan kibaran Sang Merah Putih yang gagah diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh guru, staf, dan peserta didik berdiri tegap, menunjukkan rasa hormat dan bangga sebagai warga negara Indonesia. Upacara bendera kali ini terasa istimewa karena yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala MTsN 8 Bungo, Bapak Enjang, S.Ag.
Dalam amanatnya, Bapak Enjang menyampaikan pesan yang penuh makna tentang pentingnya menanamkan rasa cinta terhadap tanah air sejak dini. Beliau menegaskan bahwa cinta tanah air bukan hanya sebatas ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti disiplin, menjaga kebersihan lingkungan, berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik, serta menjaga nama baik madrasah dan bangsa Indonesia. "Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Ketika kita mencintai Indonesia, berarti kita ikut menjaga anugerah Allah yang luar biasa ini",tutur beliau dengan tegas dan penuh semangat.

Selain menumbuhkan semangat kebangsaan, Bapak Enjang juga mengajak seluruh siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah Kabupaten Bungo, tanah tempat mereka berpijak dan belajar. Beliau menjelaskan bahwa Kabupaten Bungo akan segera menginjak usia ke-60 tahun, sebuah usia yang menunjukkan kematangan dan perjalanan panjang dalam pembangunan daerah.
Dalam penjelasannya, Bapak Enjang menuturkan bagaimana Kabupaten Bungo dahulu merupakan bagian dari wilayah yang luas, hingga akhirnya resmi berdiri sendiri dengan segala potensi sumber daya alam dan budaya yang dimilikinya. Beliau juga menyebutkan bahwa masyarakat Bungo dikenal dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kerja keras. nilai-nilai yang kini diwariskan kepada generasi muda, termasuk para siswa MTsN 8 Bungo.

Tak lupa, beliau menekankan pentingnya menghayati semboyan Kabupaten Bungo, yaitu "Langkah Serentak Limbai Seayun." Semboyan ini, kata beliau, bukan hanya kata-kata indah, melainkan filosofi hidup masyarakat Bungo yang mencerminkan kebersamaan, kekompakan, dan keselarasan dalam melangkah menuju kemajuan. "Ketika kita melangkah bersama, tidak ada yang tertinggal. Itulah makna sejati Limbai Seayun" bergandengan tangan dalam harmoni menuju masa depan yang lebih baik," ucapnya penuh inspirasi.
Siswa-siswi MTsN 8 Bungo tampak antusias mendengarkan amanat tersebut. Beberapa di antaranya bahkan tampak terharu dan termotivasi untuk lebih mencintai daerah dan bangsanya. Upacara bendera pun berlangsung dengan khidmat dan tertib, diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta kemajuan Kabupaten Bungo.

Kegiatan upacara bendera ini bukan hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai nasionalisme di kalangan peserta didik MTsN 8 Bungo. Melalui amanat inspiratif dari Bapak Enjang, S.Ag., seluruh warga madrasah diingatkan kembali bahwa mencintai tanah air dimulai dari mengenal sejarah, menghargai perjuangan, dan berkontribusi positif untuk daerah tempat kita berpijak.
Dengan semangat Langkah Serentak Limbai Seayun, seluruh civitas MTsN 8 Bungo bertekad untuk terus melangkah bersama, berprestasi, dan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalis yang kuat dan cinta terhadap tanah air.
|
68x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...