
Bungo 19 oktober 2025— Dalam suasana hening menjelang fajar, tepat pada pukul 03.00 dini hari, sebanyak 70 peserta Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Pramuka MTsN 8 Bungo mengikuti kegiatan renungan malam yang berlangsung penuh khidmat dan haru. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian Persami, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual, kedisiplinan, serta nilai-nilai moral pada setiap anggota Pramuka.
Renungan malam ini dipimpin langsung oleh Bapak Taufik Hidayattuloh, M.Si, selaku pelatih Pramuka MTsN 8 Bungo. Dalam suasana gelap yang hanya diterangi cahaya lilin, seluruh peserta duduk dengan rapi dengan penuh kekhusyukan, menyimak setiap kalimat renungan yang disampaikan dengan penuh penghayatan.
Dalam renungan tersebut, Bapak Taufik mengajak para peserta untuk merenungkan perjuangan dan kasih sayang orang tua yang selama ini mungkin terlupakan. Dengan suara lembut namun penuh makna, beliau menggambarkan betapa besar pengorbanan ayah dan ibu dalam membesarkan anak-anaknya — mulai dari jerih payah mencari nafkah hingga kasih tanpa batas yang diberikan setiap hari.

“Orang tua kita tidak pernah mengeluh meski lelah. Mereka tersenyum agar kita bahagia, menangis dalam diam ketika kita lalai. Sudahkah kita berterima kasih kepada mereka?” ujar beliau dengan nada penuh haru, membuat banyak peserta menunduk dan menitikkan air mata.
Selain tentang orang tua, renungan ini juga menyinggung sifat dan perilaku siswa-siswi masa kini yang terkadang mulai jauh dari nilai-nilai kesopanan, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada guru maupun orang tua. Melalui renungan tersebut, para peserta diajak untuk melakukan introspeksi diri dan berjanji memperbaiki sikap agar menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Suasana semakin mengharukan ketika seluruh peserta diminta untuk menutup mata dan membayangkan wajah orang tua masing-masing. Beberapa di antara mereka bahkan tampak meneteskan air mata, teringat akan jasa dan kasih sayang ayah serta ibu di rumah. Momen ini menjadi saat refleksi mendalam bagi para peserta untuk lebih mensyukuri apa yang telah mereka miliki.
Kegiatan renungan malam tersebut berlangsung dengan tenang, damai, dan penuh makna hingga menjelang waktu subuh. Setelah sesi renungan, pembina mengajak peserta untuk bersama-sama berdoa memohon ampunan dan kekuatan agar senantiasa menjadi anak yang berbakti serta pelajar yang berkarakter.
Menurut salah satu peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam.
“Saya merasa tersentuh sekali. Saya jadi sadar betapa besar perjuangan orang tua saya. Mulai sekarang saya ingin lebih rajin, tidak membantah, dan membuat mereka bangga,” ungkap salah satu peserta dari regu Melati dengan mata berkaca-kaca.
Kepala MTsN 8 Bungo mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa renungan malam merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang dikembangkan di madrasah.
“Melalui momen seperti ini, siswa tidak hanya dilatih dalam kedisiplinan dan keterampilan Pramuka, tetapi juga dalam membangun kepekaan hati dan akhlak yang menjadi dasar dari profil pelajar madrasah yang beriman, berilmu, dan beradab,” ujarnya.
Renungan malam Persami Pramuka MTsN 8 Bungo tahun ini menjadi pengalaman spiritual yang berharga bagi seluruh peserta. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, agar generasi muda madrasah tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berjiwa sosial, serta senantiasa mengingat jasa orang tua dan menghormati guru-guru mereka.
#MTsN8Bungo #PramukaHebat #RenunganMalam #Persami2025 #MadrasahMandiriBerprestasi
|
95x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...