
Bungo, 12 Maret 2026 – Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di MTsN 8 Bungo kembali menghadirkan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi para siswa. Kali ini, siswa kelas IX A melaksanakan kegiatan praktik mencangkok tumbuhan sebagai bagian dari materi perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan. Kegiatan praktik ini dipandu langsung oleh guru IPA MTsN 8 Bungo, Bapak Taufik Hidayattuloh, M.Si, yang mengajak siswa belajar langsung di lingkungan sekitar sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mempraktikkan teknik mencangkok pada beberapa tanaman buah yang ada di lingkungan madrasah. Tanaman yang dipilih untuk praktik kali ini adalah pohon mangga dan pohon rambutan, yang dikenal sebagai tanaman buah yang dapat diperbanyak melalui teknik cangkok.

Sejak awal kegiatan, para siswa tampak sangat antusias mengikuti arahan dari guru. Bapak Taufik terlebih dahulu menjelaskan secara rinci mengenai konsep dasar mencangkok, mulai dari tujuan, manfaat, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan agar proses cangkok berhasil. Beliau juga menekankan bahwa metode mencangkok merupakan salah satu cara memperbanyak tanaman secara vegetatif yang dapat menghasilkan tanaman baru dengan sifat yang sama seperti induknya.
“Melalui praktik langsung seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata bagaimana cara memperbanyak tanaman. Ini penting agar mereka memiliki keterampilan dan kepedulian terhadap lingkungan serta dunia pertanian,” jelas Bapak Taufik Hidayattuloh, M.Si saat memberikan arahan kepada para siswa.
Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa mulai melakukan praktik mencangkok secara berkelompok. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengupas kulit batang tanaman mangga dan rambutan, membersihkan bagian kambium, kemudian menutupnya dengan tanah yang telah dibungkus menggunakan plastik. Proses tersebut dilakukan dengan teliti agar akar baru dapat tumbuh dengan baik.
Suasana belajar di luar kelas terasa semakin hidup. Para siswa terlihat saling bekerja sama, berdiskusi, dan bertanya ketika menemukan kesulitan selama praktik berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan ilmiah siswa, tetapi juga menumbuhkan sikap kerja sama dan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Salah satu siswa kelas IX A, Haris, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan praktik tersebut. Ia mengatakan bahwa pembelajaran seperti ini membuat materi IPA lebih mudah dipahami.
“Kami jadi tahu langsung bagaimana cara mencangkok tanaman. Ternyata tidak mudah, harus hati-hati saat mengupas batangnya. Praktik seperti ini sangat seru karena kami belajar langsung di alam,” ujar Haris dengan penuh semangat.
Kegiatan praktik mencangkok ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai proses perkembangbiakan tumbuhan. Selain itu, siswa juga dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan yang dipelajari di kelas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual seperti ini, MTsN 8 Bungo terus berkomitmen untuk menghadirkan proses belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi para siswa. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, diharapkan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kepedulian terhadap alam.

Kegiatan praktik mencangkok ini pun menjadi salah satu bentuk nyata bahwa belajar IPA tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Justru dengan belajar langsung di alam, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan tentunya memberikan kesan yang mendalam bagi mereka.
|
138x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...