
Bungo, 2 Juli 2026** – Di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat, kemampuan untuk memilah informasi yang benar menjadi hal yang sangat penting. Menyikapi hal tersebut, MTsN 8 Bungo mengajak seluruh warga madrasah, baik guru, siswa, maupun orang tua, untuk semakin meningkatkan literasi digital dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.
Ajakan ini sejalan dengan rilis informasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang menegaskan adanya klarifikasi terhadap video viral di media sosial yang mengatasnamakan Menteri Agama dan Kementerian Agama terkait narasi yang membolehkan korupsi dengan dalih syariat dan prosedur tertentu. Informasi tersebut dipastikan **tidak benar** dan merupakan bentuk hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut merupakan informasi palsu yang mencatut nama baik Kementerian Agama dan Menteri Agama. Penegasan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat agar tidak langsung percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
MTsN 8 Bungo memandang bahwa penyebaran hoaks bukan hanya menjadi persoalan informasi semata, tetapi juga dapat berdampak pada cara berpikir, sikap, dan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh sebab itu, madrasah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan budaya tabayyun, yaitu memeriksa dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Kepala MTsN 8 Bungo menyampaikan bahwa di era digital seperti saat ini, siswa harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis agar mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan. Menurutnya, pendidikan karakter di madrasah tidak hanya sebatas pada pembelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana membentuk siswa menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Sebagai generasi penerus, anak-anak kita harus mampu menjadi agen penyebar informasi yang baik, bukan ikut menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Prinsip cek fakta harus selalu menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak madrasah mengingatkan bahwa menyebarkan informasi palsu dapat membawa dampak buruk, baik secara sosial maupun hukum. Karena itu, penting bagi seluruh siswa untuk selalu mengecek sumber berita, membaca informasi secara utuh, dan tidak hanya terpancing oleh judul atau potongan video yang viral.
Melalui momentum ini, MTsN 8 Bungo terus berkomitmen membangun budaya literasi digital yang sehat di lingkungan madrasah. Dengan semangat **madrasah maju, bermutu, mendunia**, diharapkan seluruh warga madrasah mampu menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi setiap informasi.
**“Saring sebelum sharing, cek fakta sebelum percaya, dan tabayyun sebelum menyebarkan.”** Sebab di era digital, kebenaran harus selalu menjadi prioritas utama.
|
124x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...