
Bungo, 8 Juli 2026** – MTsN 8 Bungo terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan pendidikan berbasis praktik nyata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan madrasah serta berbagai barang bekas sebagai media persemaian tanaman sayuran dan buah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program penghijauan sekaligus pembelajaran kontekstual yang melibatkan guru dan peserta didik.
Berbagai jenis tanaman mulai disemai pada media tanam yang dibuat dari barang-barang bekas yang masih layak digunakan, seperti ember, botol plastik, gelas plastik, dan wadah bekas lainnya. Selain mengurangi limbah, pemanfaatan barang bekas ini juga menjadi contoh nyata penerapan prinsip *reduce, reuse, dan recycle* dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun tanaman yang dibudidayakan pada tahap persemaian antara lain **cabai rawit, pare, sawi, pakcoy, labu air panjang, dan gambas**. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai gizi yang tinggi, mudah dibudidayakan, serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, jenis tanaman tersebut juga sangat cocok dijadikan media pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami proses pertumbuhan tanaman sejak tahap penyemaian hingga panen.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik dalam mengenal konsep pertanian sederhana, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses penyemaian, siswa belajar bagaimana mempersiapkan media tanam, memilih benih berkualitas, melakukan penyiraman secara teratur, hingga merawat tanaman agar tumbuh dengan baik.
Kepala MTsN 8 Bungo menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan kosong merupakan salah satu bentuk inovasi madrasah dalam menciptakan lingkungan yang produktif. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini diubah menjadi area hijau yang tidak hanya memberikan manfaat estetika, tetapi juga menjadi laboratorium belajar terbuka bagi peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
Guru pembina kegiatan menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan menumbuhkan karakter peduli lingkungan, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab kepada peserta didik. Setiap proses dilakukan bersama-sama, mulai dari menyiapkan media tanam, menyemai benih, hingga melakukan perawatan rutin. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang akan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh lagi, hasil dari kegiatan persemaian ini direncanakan akan dikembangkan menjadi kebun produktif madrasah. Setelah bibit siap tanam, tanaman akan dipindahkan ke lahan yang lebih luas sehingga dapat tumbuh optimal hingga masa panen. Hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, mendukung program ketahanan pangan madrasah, serta menginspirasi peserta didik untuk menerapkan budidaya tanaman di lingkungan rumah masing-masing.
Program ini menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi kegiatan yang bernilai besar. Barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai kini memiliki fungsi baru sebagai wadah persemaian, sementara lahan kosong yang semula tidak produktif berubah menjadi kawasan hijau yang memberikan manfaat bagi seluruh warga madrasah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 8 Bungo kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan madrasah yang bersih, hijau, produktif, dan berwawasan lingkungan. Diharapkan program pemanfaatan lahan kosong dan barang bekas ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus berinovasi, mencintai alam, serta menyadari bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, MTsN 8 Bungo terus melangkah menjadi madrasah yang unggul, inovatif, dan berkelanjutan.
|
69x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...